Wow...'Ilmuwan Telah Ciptakan Air Kering'

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan 'air kering' atau dry water.

Rupa 'air kering' ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi 'percikan besar' secara komersial.

Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. Faktanya, 95 persen dari 'dry water' adalah air 'basah'.

Salah satu keunggulan dari produk ini adalah kemampuannya menyerap gas.

Para ilmuwan yakin, dry water bisa digunakan untuk melawan pemanasan global (global warming). Caranya, dengan menyerap dan menyaring gas rumah kaca -- karbon dioksida (CO2).

Tes membuktikan, air kering ini tiga kali lebih baik dalam hal menyerap CO2 dibandingkan air biasa.

Air kering membuktikan bisa berguna menyimpan metana dan memperluas potensi sumber energi gas alam.

Dr Ben Carter dari University of Liverpool mempresentasikan hasil riset dry water dalam The 240th National Meeting of the American Chemical Society di Boston.

"Tidak ada yang seperti ini. Kami berharap bisa melihat dry water membuat gelombang di masa depan," kata dia, seperti dimuat laman Belfast Telegraph.

Aplikasi lainnya didemonstrasikan oleh tim dengan cara menggunakan dry water sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat.

Ini menghasilkan asam suksinat, bahan baku utama yang banyak digunakan untuk membuat obat, bahan makanan, dan produk konsumen.

Biasanya hidrogen dan asam maleat harus diaduk secara bersamaan untuk membuat asam suksinat.

Namun, proses ini tak lagi diperlukan jika menggunakan air kering. Ini membuat proses lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.

"Jika Anda dapat menghapus proses pengadukan, maka kemungkinan Anda membuat penghematan energi yang cukup besar," kata Dr Carter.

Teknologi ini juga dapat diadaptasi untuk menciptakan "emulsi bubuk kering" -- campuran dari dua atau lebih cairan yang tak bisa disatukan -- seperti minyak dan air.

Para peneliti percaya, emulsi kering bisa membuat penyimpanan cairan berbahaya lebih aman dan lebih mudah.

http://www.ikadanewsonline.com/2011/10/wowilmuwan-telah-ciptakan-air-kering.html

Ipenk 30 Oct, 2011


--
Source: http://www.dunia-unik.com/2011/10/wowilmuwan-telah-ciptakan-air-kering.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Selengkapnya >>Wow...'Ilmuwan Telah Ciptakan Air Kering'

FPI Kecam Proses Ta'aruf Ustad Solmed?

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
FPI Kecam Proses Ta'aruf Ustad Solmed?
Ustad Solmed foto: KapanLagi.com®

Kamis, 27 Oktober 2011 04:05 | Tag: Selebritis Pacaran
Kapanlagi.com - Proses ta'aruf (pendekatan) Ustad Solmed dengan sang calon istri, ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Termasuk dari koleganya sendiri di Front Pembela Islam (FPI), Habib Salim Alatas yang mengaku kecewa dengan proses yang dinilainya keliru itu.

Menurut Habib, Ustad Solmed dinilai terlalu sering berduaan dengan calon istrinya, Aprilia Jasmine. Padahal dalam ajaran Islam hal itu dilarang. Bahkan proses ta'aruf sendiri seharusnya menggunakan orang ketiga atau perantara untuk menjauhi godaan syetan dan fitnah.

"Ustad Solmed itu dikenal keras dan saya teman seperjuangannya. Memang nanti ada tanggapan kalau dia menyembunyikan fakta anggota FPI karena takut tidak dipakai di TV, itu terserah masyarakat. Itu hak dia. Dia dulu tegas, tapi di TV jadi lembek. Terserah dia, selama tidak menjual aqidah," cerita Habib Salim.

Habib Salim yang juga merupakan ketua DPD FPI DKI saat dihubungi via telepon, Rabu (26/10) ini lebih memilih untuk berdoa supaya Solmed diberi keteguhan iman dan terhindar dari hal negatif. Sang Habib juga mengakui bahwa Ustad Solmed adalah salah satu pejuang FPI yang sudah cukup lama.

"Tulis yang besar. Yang namanya Ustad, Habib, Kiai, kalau berpegangan seperti orang pacaran sama yang bukan muhrimnya itu hukumnya haram. Jadi tidak ada yang namanya ta'aruf (pendekatan) seperti itu (berpegangan). Yang namanya bukan muhrim, kalau berdekatan itu haram! Kita merasa prihatin sebagai kawan, perubahan itu membuatnya berbuat kesalahan," tegasnya.

http://www.menjelma.com/2011/10/fpi-kecam-proses-taaruf-ustad-solmed.html

Ipenk 30 Oct, 2011


--
Source: http://www.dunia-unik.com/2011/10/fpi-kecam-proses-taaruf-ustad-solmed.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Selengkapnya >>FPI Kecam Proses Ta'aruf Ustad Solmed?

Kurang Perhatian Pemerintah, Peneliti RI Diambil Negara Lain !!

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!


Kesejahteraan peneliti di Indonesia dinilai kurang diperhatikan. Pemerintah pun dianggap kurang gandrung pada penelitian. Karena itu, banyak peneliti brilian asal Indonesia yang diambil negara lain.

"Malaysia, Singapura, itu banyak yang hunting peneliti ke sini. Mereka mencari peneliti yang sudah jadi. Kalau di sana ada tawaran materi yang lebih baik, di zaman yang hedonistik ini ya siapa yang tidak tergoda. Akhirnya banyak yang memilih ke negara lain," papar pakar ilmu kebumian dari LIPI, Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (26/10/2011).

Dia menambahkan, sudah sejak lama didengar kabar baik dari para generasi muda yang mengukir prestasi di dunia internasional. Berbagai olimpiade ilmu pengetahuan tingkat dunia diikuti, dan anak-anak Indonesia telah menyabet banyak pernghargaan.

"Mereka itu bibit yang bagus. Dari situ saja sebenarnya bisa kelihatan kalau Indonesia itu gudangnya orang cerdas, ulet dan istikomah. Mereka perlu dibina, karena nantinya menjadi aset bangsa yang luar biasa. Kalau perhatian dalam penelitian dan teknologi kurang, nanti mereka diambil negara lain. Yang rugi siapa?" imbuh peneliti utama LIPI ini.

Dia menuturkan, penelitian merupakan investasi jangka panjang. Beberapa hasil penelitian ada yang baru kelihatan belasan atau puluhan tahun mendatang. Dia mencontohkan, teknologi luar angkasa diterapkan untuk teflon di alat masak. Pun tentang internet yang mulanya digunakan intelijen dan pertahanan AS, lalu bisa digunakan untuk keperluan damai dan publik.

"Penelitian untuk itu berapa puluh tahun lamanya. Kalau cuma dilihat 5 tahun saja ya gombal. Kalau mau yang cepat tanam tauge saja. Penelitian itu tidak instan dan merupakan investasi jangka panjang," imbuh peraih gelar PhD di Universitas Vrije Amsterdam Belanda ini.

Jan membandingkan dengan lembaga peneliti semacam LIPI di negara lain, seperti Singapura, yang menjadi bagian dari kebijakan nasional. Lembaga penelitian negara semacam LIPI di negara lain berada di bawah kepala negara. Mereka dapat melaporkan perkembangan dan rencana penelitiannya kepada kepala negara. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi di Indonesia.

"Di kita sepertinya tidak gandrung pada penelitian," keluh Jan.

"Di Belanda, ada Akademi Ilmu Pengetahuan dan Seni di bawah Kerajaan Belanda. Ilmu pengetahuan dan seni dijadikan dalam satu wadah karena ilmuwan juga dapat dianggap seniman untuk berkreasi. Otak kiri dan kanan harus seimbang. Selama ini kan cuma otak kiri sana, intuisi dan harmoni kurang dapat," imbuh Jan.

Karena kesejahteraan peneliti yang belum cukup memadai, banyak dari mereka yang menggunakan otaknya untuk mengasong berbagai kegiatan lain. Misalnya melakukan penelitian yang tidak sesuai spesialisasi bidangnya, meskipun terdapat dasar pengetahuan yang sama.

"Untuk survival jadi bikin kegiatan di sana sini, pembicara di sana-sini, penelitian di sana-sini. Ini bukan yang tidak sesuai dengan bidang kita, tapi tidak sejalan dengan spesialisasi kita. Pada akhirnya kita memang jadi tahu banyak, tapi jadi tidak bisa di spesialisasi kita saja, dan harus bekerja seperti 48 jam sehari," curhat Jan.

Untuk diketahui, sekarang ini, gaji per bulan yang diterimanya sebagai profesor peneliti LIPI Rp 3,6 juta. Angka ini ditambah dengan tunjangan peneliti Rp 1,4 hingga 1,6 juta sehingga yang didapat Jan sekitar Rp 5,2 juta.

http://www.menjelma.com/2011/10/kurang-perhatian-pemerintah-peneliti-ri.html

Ipenk 30 Oct, 2011


--
Source: http://www.dunia-unik.com/2011/10/kurang-perhatian-pemerintah-peneliti-ri.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Selengkapnya >>Kurang Perhatian Pemerintah, Peneliti RI Diambil Negara Lain !!

Semut, Serangga Paling Dominan di Bumi

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!


Jatuhkanlah bongkahan makanan ke tanah, maka hewan yang pertama menjangkaunya adalah semut. Hal ini berlaku di sebagian besar daratan tempat semut ada. Dalam hal jumlah individu dan biomassa (berat tubuh), armada semut memang mendominasi di hampir seluruh habitat darat dunia. Siang atau malam, pasukan semut tersebut dengan giat menjelajah daratan, sehingga mereka dapat menemukan makanan sebelum hewan lain menemukannya.
Dengan dominasi ekologis tersebut, wajarlah bila semut dapat ditemukan dimana-mana. Dari gedung tinggi hingga hutan lebat, dari pesisir pantai hingga daerah subalpin. Semut juga ada di dalam tanah hingga pohon tinggi, di padang gurun hingga padang tundra. Bahkan, saat ini Anda kemungkinan besar tidak jauh dari pekerja semut yang sedang menjelajah di sekitar Anda.

Dominasi semut juga tercermin dalam jumlah biomasa serangga. Dalam komposisi biomassa serangga di dunia, setidaknya sepertiganya terdiri atas semut. Jumlah tersebut cukup besar mengingat jumlah total spesies semut kurang dari 2% jumlah total spesies serangga. Jumlah spesies semut di dunia diperkirakan sekitar 20.000, dan 12.000 di antaranya telah diketahui oleh sains. Di Indonesia sendiri ada sekitar 1.500 spesies yang telah dideskripsikan, namun diperkirakan ada sekitar 500 spesies lagi yang belum ditemukan.

Identifikasi spesies semut di Indonesia tergolong sulit karena masih sedikitnya penelitian taksonomi semut di sini. Meskipun demikian, tidak perlu penelitian yang rumit untuk mengetahui berapa spesies semut yang berkeliaran di sekitar rumah kita. Bila dilakukan pengamatan sederhana, dapat diketahui sedikitnya 3 spesies semut berkeliaran di rumah. Beberapa spesies yang berbeda lagi dapat ditemukan di halaman rumah.

Bila Anda mengamati komunitas semut di sekitar Anda, jangan heran jika Anda menemukan beraneka spesies hidup dalam area yang relatif sempit. Sebagian besar semut berukuran kecil, yaitu dengan panjang kurang dari 5 mm. Dengan tubuh kecil ini, sumber daya yang diperlukan untuk bertahan hidup relatif kecil pula. Dengan demikian lebih banyak populasi semut dapat bertahan hidup dalam daerah sempit dibandingkan dengan hewan-hewan yang berukuran lebih besar.

Apalagi, koloni semut memiliki sistem pembagian tugas di armada pekerjanya. Dalam sistem ini, setiap anggota koloni semut menjalankan pekerjaan-pekerjaan tertentu sesuai dengan kebutuhan koloni saat itu. Pekerjaan-pekerjaan koloni tersebut adalah mencari makan, membangun sarang, menjaga dari musuh, merawat anakan, menghasilkan telur, atau melakukan reproduksi. Dengan pembagian tugas ini, pekerjaan koloni dilakukan secara efektif dan efisien sehingga meningkatkan ketahanan serta kelangsungan hidup koloni.
Koloni Semut kayu:
Koloni semut merah:
Koloni Semut hitam:
Spesies-spesies semut yang hidup berdampingan tersebut memiliki relung ekologis yang berbeda-beda. Perbedaan relung ini mengurangi kompetisi antara koloni semut yang dapat menekan populasi. Sebagai contoh, satu spesies semut memilih untuk mencari partikel makanan berukuran kecil, spesies lain memilih partikel makanan yang besar. Ada semut yang memilih bersarang di tanah, ada yang di celah-celah kayu, ada pula yang di antara dedaunan pohon. Ada semut yang aktif di malam hari, ada pula yang aktif siang hari. Dengan adanya perbedaan strategi hidup ini, spesies-spesies semut dapat berbagi sumber daya lingkungannya.

Semut menjejakkan kaki-kaki kecilnya di bumi sejak 90 juta tahun yang lalu, mendahului manusia yang baru muncul sekitar 250.000 tahun lalu. Meskipun demikian, hanya sejak 10 juta tahun lalu jumlah spesies dan populasi semut berkembang dan mencapai kelimpahan seperti saat ini. Dalam sejarah hidupnya yang panjang, spesies-spesies semut berevolusi mengembangkan adaptasi yang kompleks dan menarik dalam hal morfologi, fisiologi, serta perilaku sosial. Contohnya adalah munculnya semut yang bertani, semut peternak, semut parasit sosial, semut penganyam sutra, semut terbang, semut raksasa, bahkan ada semut yang dapat meledakkan dirinya. Dengan kompleksitas hidup yang demikian, tidak heran jika semut dianggap sebagai titik puncak evolusi serangga, sama seperti manusia adalah puncak evolusi vertebrata.

MACAM-MACAM SEMUT
Semut Pristomyrmex punctatus dengan aphid yang menjadi pasangan simbiosisnya:

Semut Crematogaster sp. bersama anakannya di dalam kayu lapuk:

Semut Paratrechina longicornis saling berinteraksi:

Semut hitam Dolichoderus thoracicus di permukaan daun:

SEMUT TERBESAR DI DUNIA
SEMUT PALING BERBAHAYA DI DUNIA
Ternyata, hewan yang bernama Semut (Ant) ada juga yang berbahaya, meskipun bentuknya gak seberapa besar, namun akibat yang dihasilkan sangat fatal. Semut ini bernama: Coptotermes Formosanus Shiraki. Adalah sejenis semut perang yang merupakan hama tanaman. Bentuk semut ini besar, berbisa dan bisa dijumpai di tanah pekuburan, bukit berwarna kemerahan.

Ini foto korban semut tersebut.
Kini semut mencapai dominasi dalam hal jumlah individu dan biomasa hewan daratan. Di habitat alaminya, semut memiliki peran-peran ekologis yang penting. Pada ekosistem daratan, semut adalah pemangsa utama terhadap invertebrata kecil. Semut dapat menggali sejumlah besar tanah sehingga menyebabkan terangkatnya nutrisi tanah. Semut membentuk simbiosis dengan berbagai serangga, tumbuhan, dan fungi. Tanpa bersimbiosis dengan semut, organisme tersebut akan menurun populasinya hingga punah. Selain sebagai pemangsa, semut juga adalah mangsa yang penting bagi berbagai serangga, laba-laba, reptil, burung, kodok, bahkan bagi tumbuhan karnivora.

Peran yang dijalankan semut sedemikian penting sehingga dikatakan bahwa jika semut punah, ribuan spesies hewan dan tumbuhan akan ikut punah. Bahkan lebih dari itu, hampir semua ekosistem daratan akan melemah karena berkurangnya kompleksitas ekosistem. Keberadaan semut ini sering dibandingkan dengan keberadaan manusia serta perusakan alam yang dilakukannya, yaitu bahwa jika manusia punah dari bumi ini, lingkungan akan kembali kepada keseimbangan yang subur dan alami seperti sebelum ledakan populasi manusia terjadi. Namun, sebenarnya keberadaan manusia tidak mutlak harus merusak alam, karena manusia selalu memiliki pilihan untuk merusak lingkungan atau memeliharanya. Hanya saja, manusia harus lebih bijak dalam memutuskan pilihan dan tidak mengulangi kesalahan yang telah dilakukannya.

Seandainya kita bisa mengerti bahasa semut, mungkin mereka akan menegur, dan memberi jawaban pada kita, dan kita dapat belajar dari mereka. Seperti para pemikir jaman dahulu yang takjub melihat perilaku semut. Salomo pun berkata: "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak..."


source: http://reasonizer.blogspot.com/2010/10/semut-semut-besar-dan-berbahaya.html

Ipenk 30 Oct, 2011


--
Source: http://www.dunia-unik.com/2011/10/semut-serangga-paling-dominan-di-bumi.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Selengkapnya >>Semut, Serangga Paling Dominan di Bumi

11 Ramalan Masa Depan yang Belum Terjadi

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
1. Kehidupan Masa Depan

SUKA nonton film fiksi ilmiah tentang kehidupan masa depan? Jika iya, Anda pasti melihat gambaran masa depan yang hampir sama: mobil terbang bersliweran dan robot di mana-mana.

Selain itu, banyak film yang meramalkan kejadian itu terjadi di abad ke-21 (Film 2001: Space Odyssey (1968) bahkan menyebut bepergian ke luar angkasa jamak dilakukan di tahun 2001!). Well, kita sudah hendak melampaui 10 tahun pertama abad ke-21. Tapi, di jalanan belum ada mobil terbang atau robot jadi pembantu di rumah kita.

Hm, menyalin dari Time, daftar ini dibuat untuk mengingatkan apa saja ramalan yang sudah dibuat manusia tentang kehidupan di masa depan tapi belum jadi nyata (hingga kini).

2. Manusia Bumi Pakai Baju Seragam

Jerry Seinfield pernah membuat lelocun lucu soal ini: "Setiap kali saya melihat film atau serial TV berisi orang di masa depan atau dari planet berbeda, semuanya pakai baju yang sama. Sepertinya, ada suatu saat mereka memutuskan, 'Baiklah, cukup. Mulai dari sekarang, baju ini akan jadi seragam kita: baju ketat warna perak dengan tanda V di dada dan sepatu bot. Itu sudah cukup. Kita ingin pergi ke planet lain danmesti terlihat sebagai satu tim." Di serial TV dan film-film Star Trek, Battlestar Galactica, atau berbagai film tentang penjelajahan luar angkasa, semua orang mengenakan seragam yang sama atau kalaupun beda warna, motif busananya sama.

Sepertinya, semua orang di masa depan mendapat perintah untuk membuang semua baju di lemari mereka dan hanya punya satu jenis baju: pakaian seragam. Untungnya, kita masih ingin terlihat beda dari orang lain dan lebih nyaman tak pakai seragam saat bepergian.

3. Jet Packs

Jet Packs adalah semacam jet yang difungsikan mirip tas punggung. Alih-alih memanggul tas, punggung Anda memanggul mesin jet yang kemudian bisa menerbangkan Anda. Awalnya, ide ini muncul tahun 1920-an di majalah fiksi ilmiah seperti Amazing Stories dan lalu muncul lagi di salah satu film James Bond (Thunderball) dan komik (dan film) The Rocketeer.

Asal tahu saja, Nazi Jerman pernah serius melakukan penelitian dengan mengikatkan mesin jet ke tubuh para pilot mereka lalu mencoba terbang di atas lapangan. Tapi, percoban itu tak pernah betul-betulberhasil. Tapi, impian membuat jet packs tak perbnah pudar.

Tahun ini, kata Time, sebuah perusahaan pembuat pesawat di Selandia Baru Martin Aircraft Company menandatangani kesepakatan kerja sama senilai $12 juta untuk mulai membuat jet packs dan akhirnya anti akan dijual bebas. Hm, semoga segera jadi nyata.

4. Makanan Dalam Bentuk Pil

Makanan di masa depan diramalkan akan muncul dalam bentuk pil. Sekali makan pil, sudah kenyang. Hal ini sulit jadi nyata karena rata-rata setiap orang butuh 2 ribu kalori sehari. Jika kalori dipadatkan dan jadi sebutir pil, kita tetap harus menelan setngah pon pil sehari. Itu belum termasuk karbohidrat, protein, dan vitamin-vitamin yang berguna lainnya.

Hm, masih lebih enak makan seiris pizza atau cheese burger, ya? Kendati begitu, bukan berarti mimpi makan semacam pil sirna. Peneliti di Institute of Food Research di Norwich, Inggris, mengatakan mereka sedang dalam tahap akhir mencipta permen yang rasanya seperti makan penuh.

5. Pemerintahan Dunia

Di banyak serial TV atau film fiksi ilmiah mulai dari Star Trek, Babylon 5, dan macam-macam lagi, dunia tak lagi terdiri dari berbagai negara, tapi ada satu penerintahan tunggal yang memerintah seluruh manusia di bumi.

Pemerintahan itu bisa berwujud Federasi, Pesekutuan, atau bahkan PBB. Bagaimana pemerintahan dunia muncul? Robert Heinlein, yang menulis novel Starship Troopers (yang kemudian difilmkan 1997), memberi penjelasan bagaimana satu pemerintahan dunia tercipta.

Pemerintahan global Terran Federation tercipta setelah banyak negara demokratis jatuh pada kekacauan pada abad ke-21, yang kemudian memberi kesempatan militer mengambil alih dan mendirikan negara tunggal di dunia. Wah, jangan sampai kejadian deh.

6. Mobil Terbang

Mobil terbang adalah gambaran paling umum dari sebuah dunia masa depan. Kota di masa depan pasti dipenuhi mobil-mobil terbang bersliweran. Budaya pop, lewat film, komik, serial TV, melanggengkan gambaran itu. Serial The Jetsons, trilogi Back to the Future, Blade Runner hingga The Fifth Element menampilkan mobil-mobil terbang.

Seharusnya, mobil terbang tidak terlalu sulit terwujud. Kita sudah punya mobil dan pesawat terbang. Lalu, apa susahnya membuat mobil terbang? Well, mungkin memang sulit membangun mesin terbang dengan kapasitas sebuah mobil. Kita tunggu saja.

7. Perjalanan Melintasi Waktu

Kita sudah digoda berkali-kali bahwa perjalanan waktu dimungkinkan lewat karya sastra (The Time Machine), film (Back to the Future, Bill and Ted's Excellent Adventure), dan TV (Quantum Leap, Time Trax, Doraemon). Tapi, hingga kini, konsep jalan-jalan ke masa lalu atau masa depan masih fiksi. Kecuali jika Anda percaya kalau Bill Gates dan Steve Jobs adalah manusia dari masa depan yang membocorkan teknologi masa depan pada kita.

8. Teleportasi

Pasti asyik bisa berpindah tempat dalam sekejap dari satu tempat ke tempat lain. Kita tak butuh mobil, pesawat, atau kendaraan lain, dan tentu, akan menghemat waktu. Masalah kemacetan Jakarta sirna bila kita bisa menemukan tweknologi ini. Tapi sayang, teknologi ni hingga sekarang masih fiksi alias baru ada di serial Star Trek dan semacamnya.

Walau masih fiksi, langkah mewujudkannya jadi nyata tengah digagas. Sejumlah fisikawan, dan bahkan Angkatan Udara Amerika Serikat, meneliti apa manusia bisa berpindah tempat lewat semacam lubang cacing. Semoga cepat-cepat jadi nyata deh.

9. Kota Bawah Laut

Selain luar angkasa yang tanpa batas, lautan yang dalam juga memberi misteri serupa. James Cameron membuat The Abyss yang mengadaikan di dasar laut tinggal alien. Para pembuat film era lampau punya ide lebih segar: kota bawah laut! Film-film kelas B era 1950-an mengandaikan tokohnya tinggal bersama makhluk-makhluk amfibi manusia yang bernafas dengan insang dan tinggal di kota indah bawah laut.

Sesungguhnya, dengan naiknya permukaan laut seiring pemanasan global, kita seharusnya memikirkan membangun kota bawah laut. Kota bawah laut memang belum ada, yang sudah ada hotel mewah di Dubai menawarkan sensasi makan malam di bawah laut.

10. Manusia Syborg

Setengah manusia, setengah mesin. Itulah cyborg alias cybernetic organism. Istilah ini muncul 1960-an dan terkenal tahun 1970-an lewat serial The Six Million Dollar Man. Di serial itu, setelah jadi setengah mesin, Steve Austin jadi "Better. Stronger. Faster."

Saat ini, sudah ada sejumlah manusia yang bagian tubuhnya diganti mesin—misalnya tangan mesin pengganti tangan yang hilang karena kecelakaan. Tapi, belum ada yang lantas jadi punya kekuatan super seperti Bionic Man, Bionic Woman, atau Robocop.

Jika nanti jadi nyata, apa ada jaminan kekuatan super cyborg hanya dipakai untuk kebaikan? Hm, pikir-pikir dulu deh sebelum mencipta cyborg.

11. Dunia Yang Hancur Karena Bencana Besar

Sudah banyak film fiksi ilmiah meramalkan dunia masa depan bisa jadi suram. Bencana nuklir membinasakan miliaran manusia dan bumi tak lagi akrab untuk ditinggali.Atau, polusi yang demikian parah membuat bumi begitu rusak.

Film-film Mad Max, The Road, Terminator, Wall-E, dan macam-macam lagi sudah meramal hal itu. Kita beruntung ramalan masa depan yang ini belum terjadi, dan semoga saja tidak.

Sumber: http://www.apabae.co.cc/2010/10/11-ramalan-masa-depan-yang-belum.html

Ipenk 30 Oct, 2011


--
Source: http://www.dunia-unik.com/2011/10/11-ramalan-masa-depan-yang-belum.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Selengkapnya >>11 Ramalan Masa Depan yang Belum Terjadi
 
Copyright InfoCemen | Info Keren © 2011 - All right reserved - InfoCemen | Info Keren | Powered by. Blogger